Negeriku
STASIUN BANDUNG
saya sempat bolak-balik bandung jakarta tiap minggu pada tahun 2000 sampai dengan 2002 menggunakan kereta api parahyangan. seingat saya waktu itu, di area loket tiket stasiun sebelah utara (sebelum masuk peron) cukup banyak tempat duduk yang nyaman. selain menunggu antrian tiket, kadang saya juga menunggu jadwal keberangkatan kereta dengan duduk-duduk di kursi tersebut, sambil membaca koran dan menikmati minuman ringan. menunggu menjadi pekerjaan rutin waktu itu tanpa kuatir kehilangan waktu karena dapat saya manfaatkan dengan cukup baik dan nyaman.
sejak tahun 2003 saya jarang sekali menggunakan jasa KA ke jakarta sehingga jarang juga berkunjung ke stasiun bandung. satu bulan lalu, saya harus menjemput adik ipar di stasiun bandung. dia datang dari jakarta menggunakan argo gede, jadwal kedatangannya jam 17.25 WIB, saya datang ke stasiun jam 17.15. saya berniat menunggu di luar saja (tidak masuk peron), yaitu di sekitar loket tiket tempat dulu saya sering duduk-duduk. betapa kaget ternyata sekarang tidak tersedia 1 (SATU) kursi pun di sana! bahkan dinding bak-bak tanaman juga dipagari sehingga tidak bisa dimanfaatkan untuk duduk. saya amat kecewa karena tidak bisa menunggu dengan nyaman, apalagi ternyata kereta terlambat datang (seperti biasanya)!
kursi tunggu hanya tersedia di dalam peron yang harus dimasuki dengan membayar karcis. memang mungkin tidak seberapa mahal karcis peron tersebut, tetapi tidak semua orang merasa nyaman menunggu di kursi tunggu tersebut. saya rasa PT. KAI kurang peka terhadap kebutuhan konsumennya sehingga fasilitas tunggu tidak diperhatikan sama sekali! sebetulnya apa sasaran PT. KAI hingga membabat habis kursi tunggu di luar peron? kalau ingin meningkatkan pendapatan dari karcis peron saya kira tidaklah signifikan.
kalau PT. KAI ingin menambah pendapatannya, justru pelayananlah yang harus ditingkatkan. mulai dari penjualan tiket, jadwal keberangkatan dan kedatangan yang tepat waktu hingga peningkatan mutu layanan di dalam gerbong. termasuk juga sediakanlah kursi-kursi tunggu di luar peron itu…
BANJIR
belum sebulan hujan mulai turun, beberapa wilayah sudah banjir. sangat mengherankan karena pengurus negeri ini seperti tidak pernah belajar dari pengalaman tahun-tahun yang sudah lewat, sehingga selalu terlambat dalam menyelesaikan persoalan, termasuk masalah banjir. perencanaan yang tidak matang, bahkan berganti-ganti perencanaan sesuai selera yang sedang berkuasa, menjadi salah satu penyebab mandulnya penanggulangan banjir. pelaksanaan atas rencana-rencana tersebut juga setengah-setengah alias tidak pernah dikerjakan sampai tuntas. contoh paling nyata dapat dilihat pada pembangunan kanal banjir di jakarta, yang sampai dengan saat ini tidak jelas penyelesaiannya…
Diana Ramdlan berkata
No Comment